Bahagia ingin hadiri wisuda anak, Marga saragih ini duluan dijemput maut karena kecelakaan

Joseph Tamba Saragih (54), mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun tewas dalam kecelakaan di Pabatu, Jalan umum Medan-Pematang Siantar km 85-86, tepatnya di dekat perlintasan Rel KA desa Pabatu, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (23/11), sekira pukul 5 pagi.

Padahal, warga Jalan Tusam Raya No 281 Perumnas Batu Enam, kelurahan Lestari Indah Kecamaran Siantar Kabupaten Simalungun ini hendak bertemu putranya Tommy Tamba yang rencananya besok diwisuda di Universitas Borobudur Jakarta. Namun rencana menghadiri wisuda itu akhirnya tidak terwujud setelah nyawa direnggut maut dalam kecelakaan tunggal, setelah Paradep berpelat nomor BK 7013 UW yang ditumpanginya menabrak truk yang sedang berhenti. Korban salah satu penumpang bus Paradep yang sedang bergerak menuju Bandara Kualanamu.


Joseph Tamba meninggal dalam perjalanan saat dibawa ke Rumah Sakit. Sedangkan Jubel Tamba Saragih (7) anak korban mengalami luka koyak dan patah pada kaki kanan, luka robek tangan kiri. Jubel dirawat di Rumah Sakit Pabatu.

Istri korban, Kosbenita Sinaga (51) mengalami shock dan kini dirawat di Rumah Sakit Pabatu. Boru Sinaga ini merupakan guru di SMA Negeri Siantar di Perumnas Batu 6.


Pemakaman Mantan Kepala BPBD, Pakai Toga Wisuda, di Samping Jenazah Ayah




Polres Tebing Tinggi sudah meberima laporan dan telah mengecek TKP. Korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara dan korban luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Pabatu Tebing tinggi. Sementara mobil Paradep diamankan sebagai barang bukti ke kantor unit lakalantas. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan polisi.

Baca juga: Boru sinaga dipukuli ayah kandungnya hingga babak belur

Rangkaian acara pemakaman Josep Tamba (54), mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepala Inspektorat Simalungun yang menghembuskan nafas terakhir usai mengalami kecelakaan lalulintas di kawsan Pabatu, Tebingtinggi, berlangsung haru, Kamis (24/11).

Anak korban yang seharusnya hari itu diwisuda di Univesitas Borobudur, Jakarta , tampak mengenakan pakaian wisuda di samping jenazah. Bahkan Tommy juga mengenakan toga layaknya seorang mahasiswa yang hendak diwisuda. Saat itu, Tommy tersenyum sembari memegang kepala almarhum, seakan ia sudah ikhlas melepas kepergian ayahnya.

Foto itupun diunggah oleh teman-teman ke akun Facebook Tommy. Berbagai ucapan belasungkawa langsung mengalir dari teman-teman Tommy dan netizen lainnya.

Baca juga: Bapak, anak, ibu tewas disambar petir, Bantu doa agar mereka diterima disisiNya

Pantauan METRO SIANTAR, acara prosesi pemakaman berjalan dengan penuh kesedihan. Istri almarhum, Rosbenita br Sinaga (51) tak henti-hentinya menangis.

Ratusan pelayat, mulai dari keluarga, rekan kerja, warga sekitar dan teman-teman dari anak almarhum terlihat silih berganti berdatangan.

Sekira pukul 18.00 WIB, rangkaian acara pemakaman selesai. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke pemakaman keluarga di Laras, Kecamatan Bandar Huluan, Simalungun.

Sesaat sebelum jenazah dibawa, isak tangis pun pecah. Tommy dan Rosbenita tak mampu membendung kesedihannya. Keduanya menangis melepas kepergian almarhum.

Oleh keluarga dan kerabat, keduanya ditenangkan dan dipapah ke dalam mobil ambulance untuk ikut ke lokasi pemakaman..

0 Response to "Bahagia ingin hadiri wisuda anak, Marga saragih ini duluan dijemput maut karena kecelakaan"

Post a Comment

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesui dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus