Boru Ritonga tega bunuh anak kandungnya... Alasanya membunuh sungguh mengejutkan

Di Mapolsek Indrapura, Rabu (23/11/2016). Inwani br Ritonga alias Iin alias Dewi (27) yang membantah telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri mengakui, bahwa dia sangat kecewa dengan suaminya yang telah membohonginya bulat-bulat

Bahkan Iin mengakui jika Rizky lahir dari hasil hubungan gelapnya (kumpul kebo, red) dengan Sabirin, selama lima tahun. ‘’Memang kami gak pernah nikah,” ujar Iin.


Iin mengaku telah dibohongi Sabirin, pria yang telah memberikannya seorang anak. Dulu saat pertama kali bertemu, Sabirin mengaku seorang kontraktor PT Inalum dan agen lembu
 ‘’Nyatanya, dia cuma tukang babat rumput di Tanjung Gading,” katanya kesal.

wanita-yang-dilaporkan-menganiaya-bayinya-sendiri
Ibu bayi yang diduga melalkukan kekerasan terhadap bayinya. foto : metroasahan/MetroSiantar.com Grup

Kemudian selama hubungan gelapnya terjalin, Sabirin selalu mengontrakkannya rumah untuk tempat tinggal di daerah Tebing Tinggi. Tapi mereka hidup selalu berpindah-pindah dari satu ke tempat lain di daerah Tebingtinggi.

Meski demikian, Iin berusaha sabar sebab Sabirin berjanji akan menikahinya kelak setelah dia melahirkan anak baginya. Tapi apa yang ia dapat, hingga melahirkan janji akan dinikahi tidak ditepati oleh Sabirin.

‘’Dia bilang mau menikahiku setelah Rizky lahir, nyatanya apa? Sampai sekarang kami gak nikah-nikah,” ungkapnya.

Iin mengatakan, hubungannya dengan Sabirin kemudian renggang setelah istrinya mengetahui hubungan gelap mereka. Ternyata, Sabirin sudah menikah dan memiliki tiga orang anak di Daerah Simpang Deras, Kecamatan Sei Suka, Batubara.


Bayi yang Dibunuh Ibunya Tersebut Teryata Hasil Hubungan Gelap Dengan Kekasih


Dari hasil penyelidikan Satuan Reskrim Polres Asahan, OFS (17) diduga berani nekat karena tidak ingin keluarganya tahu ia melahirkan dari hasil hubungan di luar nikah. Tersangka OFS mengaku membunuh dengan cara membekap mulut bayi laki-laki yang lahir dari rahimnya tersebut.

Wakapolres Asahan Kompol Triyadi, didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara saat menginterogasi OFS, tersangka pembunuh bayinya, dalam pemaparan kasus di Mapolres Asahan Kisaran, Selasa (27/9).
Wakapolres Asahan Kompol Triyadi, didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara saat menginterogasi OFS, tersangka pembunuh bayinya, dalam pemaparan kasus di Mapolres Asahan Kisaran, Selasa (27/9).




Wakapolres Asahan Kompol Triyadi mengungkapkan, dari hasil keterangannya tersangka OFS mengakui perbuatannya. Tersangka juga mengaku takut dan malu, sehingga nekat membunuh bayinya dari hasil hubungan di luar nikah. Tersangka OFS menuturkan bahwa kehamilannya selama 6 bulan tersebut tak seorangpun yang mengetahuinya. Termasuk orangtua dan keluarganya.

 Baca Juga:

 Video kenangan terahir Intan marbun korban bom samarinda saat nyanyiin lagu batak

Dia mengaku sudah berupaya menggugurkan bayi itu. Salahsatunya dengan mengonsumsi jamu. Tapi tidak berhasil.
Saat disinggung mengenai siapa ayah biologis dari bayi nahas tersebut, OFS enggan menyebutnya. “Gak tau saya pak, ayahnya yang mana,” ujarnya polos, saat diwawancara wartawan koran ini.



Terbongkarnya perbuatan tersangka, awalnya diketahui oleh warga. Dimana warga menemukan bayi dengan mulut diikat dengan sehelai kain dan terbungkus dalam keadaan tak bernyawa. Setelah mengetahui ada mayat bayi, warga pun gempar dan langsung melapor ke Polsek Air Joman.

Baca juga: Laskar FPI mencoba masuk lapo tuak, Pemilik dan pengunjung langsung melawan

Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, petugas melakukan pencarian terhadap tersangka OFS yang diketahui langsung melarikan diri setelah penemuan bayi tak bernyawa tersebut.

Triyadi menyebutkan, tersangka diketahui bersembunyi di rumah keluarganya di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan dan berhasil diringkus pada Kamis (22/9) lalu.

2 Responses to "Boru Ritonga tega bunuh anak kandungnya... Alasanya membunuh sungguh mengejutkan"

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesui dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus