Wali kota bekasi: Saya Tak Akan Cabut Izin Gereja Santa, Walaupun kepala saya di tembak

Saya Tak Akan Cabut Izin Gereja Santa, Walaupun kepala saya di tembak itulah yang diontarkan wali kota bekasi kepada Ustadz Abdul Kadir AKA dari FPI Bekasi Raya menyatakan bahwa hasil pertemuan menemui titik buntu (status quo).

Diaman Forum Silaturahim Masjid dan Mushola (FSMM) warga Duta Harapan, Telaga Mas, Bekasi Utara di Kantor Walikota yang melakukan aksi demonstran berakhir status quo.

Usai menemui Walikota Bekasi DR Rahmad Effendi atau akrab disapa Pepen, Ustadz Abdul Kadir AKA dari FPI Bekasi Raya menyatakan bahwa hasil pertemuan menemui titik buntu (status quo), "Telah berlangsung negosiasi yang cukup alot karena kita minta cabut (izin pendirian Gereja Santa Clara). (Namun) Pepen ga mau. Sampai menghasilkan dua point, yaitu ada kesepakatan pertama bersifat Status quo dan tidak ada kegiatan. Yang kedua, verifikasi ulang." ujar Ustadz AKA.

Ia menambahkan, "Artinya Walikota Pepen pasang badan. Dia pasang badan, walau ditembak kepala saya tidak akan saya cabut" Ustadz Aka menirukan sekaligus menyayangkan sikap pasang badan Walikota Pepen ini.

Wali kota solo: Saya Tak Akan Cabut Izin Gereja Santa, Walaupun kepala saya di tembak


wali kota bekasi

Selanjutnya ia akan melakukan verifikasi, "Verifikasi akan dilakukan oleh Majelis Silaturahim Masyarakat Muslim Bekasi." tutupnya.

Aksi damai ini sempat membuat decak kagum lantaran pasca acara demonstrasi digelar para peserta aksi demo melangsungkan shalat berjamaah Jalan Raya Ahmad Yani, didepan Kantor Walikota Bekasi dan Stadion Patriot Bekasi.



Baca juga: Contoh lah kota solo, Mayoritas muslim namun wali kota kristen dan tidak pernah ribut

Asal Muasal Konflik Gereja Santa Clara

Hari Sabtu silam, seperti dilansir berita ekspres melansir pernyataan Walikota Bekasi, Dr Rahmat Effendi menanggapi rencana pembangunan Gereja Katolik Paroki Santa Clara yang berlokasi di Jalan Duta Bulevard Barat Blok AE-3 No.7 RT03/RW06, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat tentang tata cara pendirian rumah ibadah. "Kita sudah menjelaskan, bahwa mereka sudah memenuhi proses dan prosedural dan juga syarat-syaratnya. Jadi tidak ada yang dibohongi dalam persoalan ini," ujar Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Menurutnya, kalau memang masih ada pihak atau kelompok yang keberatan dan tetap menolak rencana pembangunan Gereja Santa Clara, sebaiknya menempuh jalur hukum, kalau jalur demo yang bersifat mengerahkan massa, khwatir akan melanggar ketertiban. "Sebaiknya tempuh jalur hukum saja, karena kalau demo khwatir melanggar ketertiban dan itu sudah wewenang aparat," terangnya.

Dalam persoalan ini tambahnya, pemerintah sudah melakukan dialog dan menjelaskan semua rencana pembangunan Gereja, tentunya dengan menunjukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. "Dialog sudah, bahkan saya sendiri langsung turun datang ketempat Ustazd Danil, berdialog dan menjelaskan persoalan ini. Jadi tidak ada yang dibohongi semua terbuka," tandasnya.

Tersiar kabar, adanya rencana aksi demo dari Majelis Silahturahim Ummat Islam Bekasi (MSUIB) besok, Senin (10/8/2015) untuk menentang dan menolak pembangunan Gereja Santa Clara. Aksi demo ini, dipicu telah dikeluarkannya surat rekomendasi dari Forum Kerukunan Ummat Beragama Bekasi (FKUB) Bekasi bernomor : 109/REK.FKUB/IV/2015 tertanggal 20 April 2015, tentang diizinkannya rencana pembangunan Gereja Santa Clara.


Namun, surat rekomendasi yang dikeluarkan FKUB Kota Bekasi terkait rencana pembangunan Gereja Santa Clara dinilai mengandung kebohongan dan tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

"FKUB Kota Bekasi dalam surat rekomendasinya tidak menyebutkan fakta-fakta hasil beberapa kali pertemuan yang pada intinya kami tetap menolak keras," ujar Ketua MSUIB Kota Bekasi, KH. Ishomuddin Mochta,

Dijelaskan Ishomuddin, pada poin 1 huruf (j ) dalam surat rekomendasi FKUB itu dikatakan Hasil Rapat Muspida tanggal 6 April 2015 di Balai Patriot Pemerintah Kota Bekasi yang menyatakan rencana pembangunan Gereja Santa Clara sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, maka boleh diberikan rekomendasi oleh instansi yang berwenang.

"Ini namanya memutar balikan fakta, karena dalam pertemuan tersebut, Tokoh Ulama, Masyarakat dan Ormas Muslim tidak meyebutkan atau melontarkan pernyataan setuju dan sepakat atas pendirian Gereja Santa Clara. Bahkan dalam pertemuan tersebut ditutup dengan pernyataan masyarakat yang tetap menolak dengan tegas rencana pembangunan Gereja," ungkapnya.

Baca juga : Keunikan ayat alkitab 212, Apakah Suatu kebetulan untuk Ahok dan Kristen

Surat rekomendasi tambahnya, yang dikeluarkan FKUB Kota Bekasi, banyak mengandung kekeliruan dan kebohongan, karena tandatangan masyarakat yang dijadikan dasar rekomendasi persetujuan untuk rencana pembangunan Gereja Santa Clara tidak benar.

"Lokasi rencana Gereja yang dibangun itu, berada diwilayah RW011, tapi yang dijadikan dasar tandatangan persetujuan warga diwilayah lingkungan RW06 jadi sudah ngak benar dan kami tetap menolak." tutupnya.

Baca sumber

5 Responses to "Wali kota bekasi: Saya Tak Akan Cabut Izin Gereja Santa, Walaupun kepala saya di tembak"

  1. saluuuttt buat bp.walikota bekasi,(Tegas dan Bijaksana)laksanakanlah pa walikota bekasi tugas bpk sebagai walikota yang baik dan disayangi rakyat bekasi.FPI bukan pengatur pemerintah,pemerintah yang harus mengatur FPI.FPI bukan instansi pemerintahan jadi tidak punya Hak mengatur pembagunan rumah ibadah agama lain.

    ReplyDelete
  2. Semua kegiatan harus ada ijin lingkungan terdekat dl...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa bangun gereja yg sdh ada izinnya dipersulit bang.. memangnya agama kristen dilarang di Indonesia? Mengapa bangun tempat ibadah agama yg lain ga repot2 ngurus nya, dan ga ada yg demo2?? Salam damai bang

      Delete
    2. Kenapa bangun gereja yg sdh ada izinnya dipersulit bang.. memangnya agama kristen dilarang di Indonesia? Mengapa bangun tempat ibadah agama yg lain ga repot2 ngurus nya, dan ga ada yg demo2?? Salam damai bang

      Delete
  3. Mantab pak walkot, Indonesia butuh org2 spt anda.

    ReplyDelete

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesui dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus