Warga Aceh dilarang rayakan Tahun baru, Alasanya sungguh mengejutkan

Tahun baru itu hanya sekali setahun, dimana pasti ini moment yang sangat di tunggu-tunggu untuk di rayakan. Akan tetapai, di aceh tahun baru tidak bisa di rayakan, dimana Plt Walikota Banda Aceh, Hasanuddin Ishak di Banda Aceh, membuat sebuah aturan yang sungguh mengagetkan, dimana dia melarang warganya yang yang beragama Islam ikut merayakan tahun baru masehi 2017.  Karena menurut dia, bahwa perayaan tahun baru bukan budaya Islam.

“Kita membuat imbauan larangan agar seluruh masyarakat di Kota Banda Aceh tidak merayakan tahun baru Masehi, baik itu secara bakar kembang api ataupun lainnya yang bersifat membesarkan tahun baru Islam,” katanya.

Sementara itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengeluarkan seruan bersama larangan perayaan tahun baru. Perayaan tahun baru masehi dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai syariat Islam, apalagi perayaan dengan hura-hura membakar mercon dan petasan.
Warga Aceh dilarang rayakan tahun baru. ©2016 Merdeka.com
Warga Aceh dilarang rayakan tahun baru. / via Merdeka.com


Bagaimana yang beragama Kristen di aceh???
Mereka diperbolehkan merayakan tahun baru akan tetapi tidak boleh di tempat yang terbuka cukup dirumah saja.


Baca juga: Dora minta maaf sampai cium tangan Aiptu Sutisna

Larangan ini tidak main-main, bahkan kapolresta Banda Aceh, kombes Pol T Saladin mengatakan pihaknya akan melakukan razia, memantau seluruh tempat di Banda Aceh, guna menindak warga yang menjual atribut ataupun barang untuk perayaan tahun baru.

dan tidak tanggung-tanggung... Polresta Banda Aceh akan menerjunkan sebanyak 600 personel untuk melakukan pengawasan.

1 Response to "Warga Aceh dilarang rayakan Tahun baru, Alasanya sungguh mengejutkan"

  1. Amazing...seharsnya barang elktronik dan otomotif dlarang donk biar polll syariat nya, jangan nanggung pak. Kita dukung terus deh. Bravo moslem sharia

    ReplyDelete

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesui dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus