Teror Begu Ganjang, 12 Orang Meninggal Dalam Sebulan Di Dairi Desa Lumban Toruan

Isu begu ganjang masih saja menggemparkan warga sampai warga ketakutan, Sebab dalam 1 bulan Tanpa sebab warga meninggal berturut-turut hingga 12 orang.

warga di Kabupaten Dairi, khususnya di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira adalah yang menjadi dampak kehebohan berita ini. Beberapa warga meninggal begitu saja tanpa alasan bahkan sampai belasan dalam waktu singkat.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka 3 dusun yaitu dusun I, II dan III Desa Lumban Toruan mengadakan musyawarah yang difasilitasi Plt kepala desa setempat, Nursiah Banurea dan dihadiri, Camat dan Kasat Bimas Polres Dairi serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pertemuan digelar baru baru ini di halaman Kantor kepala desa.

“Adapun hasil keputusan musyawarah yang dilaksanakan pada pertemuan tersebut yakni, warga melakukan ibadah tolak bala secara bersama dengan pemuka agama pada ibadah minggu di gereja,”sebut Kasat Bimas, AKP Jokner Malau kepada wartawan.

Ditambahkan Jokner, melalui Babinkabtimas yang ada di Desa Lumban Toruan juga akan selalu melakukan mediasi atau pemahaman kepada masyarakat, agar warga masyarakat tidak anarkis dan main hakim sendiri. “Diharapkan kepada warga masyarakat bersikap tenang dan dapat melakukan aktifitasnya sehari-hari seperti biasa. Apabila masyarakat mendengar isu-isu yang tidak bertanggung jawab agar segera melaporkannya kepada perangkat desa,”pinta Jokner.

Plt Kepala Desa Lumban Toruan, Nursiah Banurea ketika ditanya terkait pertemuan ini mengatakan, ini untuk menindak lanjuti keresahan warga terkait meninggalnya 12 orang warga secara berturut-turut dalam kurun sebulan ini dan dikaitkan dengan isu begu ganjang.

Sehingga warga merasa resah dan kemudian menanyakan kepada orang yang dituakan di desa ini atau sering disebut Sipukah Huta, “Kemudian oleh Sipukah Huta disarankan, agar warga melakukan musyawarah atau pertemuan untuk membahas isu begu ganjang tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Nursiah.

Kumpulkan Rp 20 Juta Panggil Dukun

Sebelumnya, sekira 3 tahun lalu, isu begu ganjang juga santer di Kabupaten Dairi. Bahkan warga rela patungan mengumpulkan uang sebesar Rp 20 juta untuk memanggil dukun atau datu yang kabarnya bisa menunjukkan siapa dalang begu ganjang. Namun keinginan warga itu segera direspon pihak kepolisian yang langsung melakukan pertemuan dengan warga.

Terungkap dari pertemuan itu, bahwa akibat isu santet begu ganjang, warga sekitar dihantui rasa cemas dan resah, walau tidak diketahui secara pasti dari mana sumber atau penyebar isu, tetapi disebutkan beredar dari mulut ke mulut. Menurut warga, kronologis kecurigaan warga yang mengarah ke isu santet. Sebab ditemukan ada galian parit didepan rumah warga untuk pemasangan pipa air minum.
Warga bersama muspika duduk bersama.
Warga bersama muspika duduk bersama.


Saat parit digali, warga menemukan kemeja laki-laki didalam parit dengan berlipat bagus serta masih dikancing dan disekitar leher ada ditaruh (dikancing) sebuah benda semacam bundelan. Dari ditemukannya kemeja yang dicurigai itu, isu terus berkembang dan mencuat di masyarakat.


Baca Juga: Nga Sega! br Simatupang Diperk0s4 Teman Semarga Hingga Melahirkan, Tkp: Pangaribuan
Dia menyebutkan, masalah penemuan baju yang dicurigai dilaporkan ke Kades dan Polsek kota Sidikalang. Tetapi, karena kecurigaan sudah semakin tinggi, tanpa dikomando warga melakukan pertemuan dan sepakat mengumpulkan uang Rp 100 ribu/ Rumah Tangga dan terkumpul Rp 20juta untuk mendatangkan dukun dimaksud.

Sumber: Metro24jam.com

0 Response to "Teror Begu Ganjang, 12 Orang Meninggal Dalam Sebulan Di Dairi Desa Lumban Toruan"

Post a Comment

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesui dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus